Sudah
lama punya keinginan untuk membuat catatan waktu sejarah nusantara, dua
tahun lalu dengan mas serunting sakti mulai merintis time line sejarah
Indonesia yang diposting di sukasejarah hanya
sampai sekarang belum kelar. Mulai hari ini semoga bisa sedikit demi
sedikit dilengkapi. dan untuk sementara saya simpan dulu di halaman ini.
Bagi siapapun yang mau melengkapi silakan menambahnya di ruang
komentar”.
————-
Semua
bangsa-bangsa Ras Nusantara ini adalah berasal keturunan dari satu
generasi Manusia purba Tertua dan Pertama yang mulai muncul lahir di
muka bumi sedunia ini, yaitu manusia purba generasi Meganthropus Paleo
Nusantaraicus dan generasi-generasi Hominid dan Homo lainnya pada masa
1- 4 juta tahun dahulukala, dan yang fosil-fosilnya telah ditemukan di
berbagai pulau dan daerah tersebar di seluruh kepulauan Nusantara.
(Sumber: Anthropoaleontologi Von Koningswald; Geologi Van Bemmelen; Purwayuga Pangeran Wangsakerta, 1678).
Semasa Tahun 20.000 – 2.000 SM.
Sejak
ribuan tahun purbakala yang menjadi urat nadi hubungan laut antara
dunia Barat dan dunia Timur adalah jalur pelayaran dan perdagangan
lewat: Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Sunda, sampai di
Laut Cina Selatan. Pada jaman dahulu kala sampai abad ke-14 M,
Semenanjung Malaya masih merupakan satu semenanjung tanah daratan kering
memanjang sampai di ujungnya di wilayah Belitung (Pulau Belitung
sekarang).
Pulau
Jawa dan pulau Sumatra masih merupakan satu pulau yang panjang yang
tersambung bersatu oleh sejalur tanah daratan kering di kawasan Panaitan
(Pulau Panaitan sekarang) dan Ujung Kulon antara Lampung dan Jawa
Barat. Pelabuhan Palembang masih terletak di tepi laut terbuka luas,
yaitu Selat Malaka, dan tidak seperti sekarang berada di pedalaman
sejauh 50 km dari tepi pantai. Begitu pula pelabuhan Jambi di Muara
Tembesi (Muara Sabak) yaitu muara sungai Batanghari, masih terletak di
tepi pantai laut terbuka Selat Malaka. Gunung Muria (Jepara) di Jawa
Tengah masih merupakan suatu pulau terpisah dari daratan pulau Jawa.
Di
kawasan sepanjang jalur perairan Nusantara ini, sejak ribuan tahun
dahulu kala, telah bertumbuhan ratusan kerajaan-kerajaan kecil dan
besar. Pelayaran dan perdagangan antar-pulau Nusantara dan dengan
negeri-negeri luar di mancanegara telah berkembang ramai. Bahan-bahan
dan barang- barang dagangannya diantaranya ialah: padi-padian, emas,
perak, timah (bahan untuk perunggu), lada atau merica, rempah- rempah,
alat-alat besi dan perunggu, gading gajah, dan banyak lagi lain-lainnya.
Kawasan
Nusantara yang sangat strategis, subur makmur dan kayaraya ini selalu
menjadi pusat perebutan kekuasaan diantara kerajaan-kerajaan pribumi
Nusantara sendiri.
ORANG ASING PERTAMA DI NUSANTARA.
Th. 1500 – 1000 Sebelum Masehi:
Pelabuhan
Singkil: Di pantai Samudera Hindia, kawasan Tanah Batak. Sudah terkenal
ke negeri-negeri di Mesir-kuno dan Timur Tengah. Raja Nabi Sulaeman
(Salomo) mengutus orang-orang Pnoenesia dari Sidon ke Singkil untuk
membeli kamper di Singkil. Pelabuhan Singkil dan Barus sudah menguasai
ekspor dari Tanah Batak (kamper = kapur Barus).
Pelabuhan
Sorkam dan pelabuhan Mungkur memegang monopoli dunia ekspor kemenyan.
Penjual tunggal untuk seluruh dunia. Kemenyan sangat digemari oleh
penduduk negri-negri di Timur Tengah dan Mesir-Kuno. Digemari oleh Raja
Nabi Sulaeman dan oleh raja-raja Hemitik dan Semitik.
Pelabuhan
Natal sangat banyak ekspor Emas. Begitu banyak sampai didatangi oleh
pedagang-pedagang bangsa Phoenesia sebelum jaman Rumawi, sebelum jaman
Yunani. Daerah pertambangan emasnya ialah Mandailing di Tanah Batak
Selatan.
Catatan:Sejak jaman Nabi Sulaeman (Th. 1000 SM) kota Damaskus sudah merupakan pusat perdagangan distribusi rempah-rempah yang datang ke situ dari kepulauan Nusantara lewat jalan laut ke Kwang Tung (= Kanton) di negeri Cina, dan dari situ lewat jalan darat (jalan sutera) ke Damaskus.
Th. 100 Sebelum Masehi:
Orang Persia pertama datang di Nusantara, ialah di daerah pantai Aceh Utara.
Th. 22 Sebelum Masehi :
Orang Cina pertama datang di Nusantara, yaitu di daerah Kalimantan Utara.
Th. 78 Masehi : Orang Hindu pertama datang di Nusantara, ialah di daerah pantai Aceh Utara.
EKSPANSI CINA KE NUSANTARA. TH. 100 – 565 M.
Tahun 1000 Sebelum Masehi:
Migrasi Cina ke Daratan Asia-Tenggara. Jaman Dinasti Chou Tahun 1122-249 SM.
Suatu
suku bangsa Mongoloid yaitu suku bangsa Syan, terdesak oleh suku-suku
bangsa Cina dan bermigrasi ke daerah-daerah daratan Asia Tenggara di
sebelah Selatan. Di sana mereka bercampurbaur asimilasi dengan suku-suku
bangsa pribumi asli seperti suku-suku bangsa: Karen, Senoi, Meo, Munda,
Sakai, dan lain-lainnya. Suku-suku bangsa pribumi ini tergolong ras
Nusantara, yang oleh orang Barat disebut Austronesia, dan yang sejak
600.000 tahun dahulu kala telah bermigrasi ke sana menjadi penduduk
penghuni pertama di kawasan daratan Asia Tenggara pada masa jauh
terlebih dahulu sebelum munculnya manusiapurba Cina-Mongoloid
“Pekinensis” atau “Sinanthropus” di dunia. Sejak terjadinya asimilasi
suku bangsa Syan dengan suku-suku bangsa pribumi itu, maka mulailah
muncul kerajaan-kerajaan baru di kawasan daratan Asia Tenggara, yaitu
kerajaan Syan yang kemudian disebut Syanka atau Siam; kerajaan Syan Pao
Cha yang kemudian disebut Kam Pao Cha atau Kamboja; dan kerajaan Syan
Pao Nam yang kemudian disebut Syan Nam atau An Nam dan Syan Pao, Syan Pa
atau Campa. Kamboja dan Anam bersatu juga disebut Syan Pao Nam, Sya Pa
Nao atau Yawana.
Tahun 210 Sebelum Masehi :
Migrasi Cina ke Teluk Tongkin. Jaman Dinasti Ch’in Tahun 246-210 SM.
Kaisar
Ch’in Shih Huang Ti di lembah sungai Hoang Ho (sungai Kuning)
menaklukkan, menguasai dan mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan kecil
dengan tangan-besi menjadi satu negara besar Cina. Banyak penduduk Cina
yang tidak mau tunduk kepada pemerintahan Kaisar Ch’in. Sebagian dari
mereka bermigrasi ke negeri-negeri di sekelilingnya. Sebagian penduduk
yang bermigrasi itu meresap masuk menjarah ke daerah-daerah di sekitar
Teluk Tongkin yaitu wilayah Hoa Binh dan Dongson do An Nam yang sekarang
disebut Vietnam. Di sana mereka berdiam dalam perkampungan-perkampungan
Cina atau pecinan-pecinan. Sementara orang Cina bercampurbaur asimilasi
dengan suku-suku bangsa pribumi.
Tahun 100 Sebelum Masehi :
Cina
Menyerbu dan Menjajah Daerah Teluk Tongkin. Jaman Dynasti Han Tahun 206
SM. – 220 M. Bangsa Cina dari negeri Cina menyerbu, merampok, membunuh
dan kemudian menjajah daerah-daerah kawasan Teluk Tongkin, yaitu
negeri-negeri di kawasan An Nam dan Kamboja. Terjadi lagi migrasi
besar-besaran penduduk dari negeri Cina ke daerah-daerah yang direbutnya
itu dan mereka bertinggal disana dalam perkampungan-perkampungan Cina
yang disebut pecinan. Teluk Tongkin dan sekitarnya dijajah oleh negeri
Cina.
Tahun 100 Masehi :
Agama Budha Masuk ke Negeri Cina.Jaman Dinasti Han Tahun 206 SM -220 M.
Pada tahun 64 M Agama Budha dari India masuk ke negeri Cina, dibawa oleh orang-orang India lewat jalan darat di Asia Tengah.
Pada
tahun 100 M. Agama Budha oleh Kaisar Han Wu Ti dijadikan “agama negara”
atau “agama resmi” di negeri Cina. Keadaan Agama Budha demikian itu
berlangsung sampai akhir jaman Dinasti Tang (Th. 618 – 906 M).
Tahun 100 – 400 M. :
Kerajaan Funan atau Fun An (=Pnom Penh). Jaman akhir Dinasti Han Th. 206 SM – 220 M.
Kerajaan
Funan yang berdiri pada awal abad ke-2 M. Meliputi kawasan Kamboja,
Siam dan Semenanjung Malaya bagian utara, mengusir penjajah Cina dari
kawasan Teluk Tongkin. Kapal-kapal perang dan bajak-bajak laut Cina
dihancurkan. Tetapi orang-orang Cina tetap bercokol di sana dalam
pecinan-pecinan dan ikut hidup bernaung di bawah pemerintahan kerajaan
Funan. Kemudian dalam abad ke-5 Kamboja melepaskan diri dari kerajaan
Funan dan mendirikan kerajaan sendiri.
Catatan :Sejak jaman ribuan tahun purbakala telah ramai berkembang lalu-lintas pelayaran dan perdagangan antara kerajaan-kerajaan di kepulauan Nusantara dengan kerajaan-kerajaan di daerah Asia Tenggara.
Tahun 100 – 200 M :
Negeri
Cina Meluaskan Ekspansinya ke Nusantara. Jaman Akhir D1nasti Han Th.
206 SM – 220 M. Negeri Cina mulai mengembangkan ekspansi penjajahannya
ke kawasan kepulauan Nusantara. berpangkalan di Kwan Tung (= Kanton)
yang sekaligus dijadikan pusat bandar dan pelabuhan perdagangan di Cina
Selatan. Dikirimkan ekspedisi-ekspedisi kapal dagang, kapal perang dan
perampok-perampok, bajak-laut Cina ke Formusa (Taiwan), daerah-daerah
Filipina ke daerah Kalimantan sebelah Utara, Laut Cina Selatan,Teluk
Siam, Kalimantan Barat, Semenanjung Malaya sampai masuk ke Selat
Malaka. Sementara orang Cina ada yang menyasar terdampar ke daerah
Minahasa di Sulawesi Utara.
Di
tempat-tempat pelabuhan dagang ekspedisi-ekspedisi Cina itu menurunkan
orang-orang Cina untuk menetap di sana sebagai pedagang. Mereka
bertinggal dalam perkampungan-perkampungan Cina yang disebut pecinan.
Banyak barang-barang hasil perdagangan dan hasil perampokan atau
perampasan bajak-laut Cina mengalir ke Kwan Tung (Kanton) yang di waktu
sebelum itu hanya menjadi pusat penampung perdagangan transit saja.
Bahan
dan barang perdagangan itu dari Kwan Tang (Kanton) masuk ke pedalaman
negeri Cina dan sebagian dari Peking diperdagang kan ke negeri-negeri di
Asia Tengah sampai ke negeri-negeri di wilayah Rumawi melalui jalan
darat (Jalan Sutera) di Asia Tengah.
Nusantara Sampai Tahun 1000-an
sekitar 100
- Kerajaan “Dvipantara” atau “Jawa Dwipa” dilaporkan oleh cendikiawan India berada di Jawa dan Sumatra.
- Aji Saka memperkenalkan sistem penulisan ke Jawa berdasarkan skirp dari India Selatan.
- Raja-Raja Hindu menguasai daerah sekitar Kutai di Kalimantan.
- Kerajaan “Langasuka” didirikan di sekitar Kedah di Malaya.
sekitar 130
- Berdirinya kerajaan Salakanagara di Jawa Barat
Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, Salakanagara (Salaka = Perak) inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang.Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (Palawa, India) di Pulau Jawa. Kemudian Dewawarman menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pwahaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Permaisurinya bergelar Dewi Dwani Rahayu. Dewawarman berkuasa selama 38 tahun dari tahun 130 sampai 168M.
Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII).
Raja-raja Salakanagara:
- Dewawarman II (Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra) 168 – 195 M
- Dewawarman II (Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra) 168 – 195 M
- Dewawarman III ( Prabu Singasagara Bimayasawirya) 195 – 238 M
- Dewawarman IV (Darma Satyanagara) 238 – 251 M
- Dewawarman V ( Darma Satyajaya) 251 – 289 M
- Dewawarman VI (Prabu Gayanadewa Linggabumi) 289 – 308 M
- Dewawarman VII (Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati) 308 – 340 M
- Dewawarman VIII (Spatikarnawa Marmandewi) 340 – 362 M
Daerah kekuasaan Salakanagara, meliputi Jawa bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa.
340
Prabu Bima Digjaya Satyaganapati (Dewawarman VII) wafat. Senapati Krodamaruta menggantikannya hanya selama 3 bulan.
Prabu Bima Digjaya Satyaganapati (Dewawarman VII) wafat. Senapati Krodamaruta menggantikannya hanya selama 3 bulan.
Tibalah di Rajatapura, Senapati Krodamaruta dari Calankayana bersama beberapa ratus anggota pasukan lengkap. Krodamaruta adalah putera Senapati Gopala Jayengrana, yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Kodramaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian kekuasaan. ia dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara.
Spatikarnawa
Marmandewi puteri sulung Dewawarman VII, dinobatkan menjadi penguasa
Salakanagara ia bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman. Pada masa
pemerintahan Dewawarman VIII, kehidupan penduduk makmur sentosa. Ia
sangat memajukan kehidupan keagamaan. Kebanyakan penduduk pemeluk agama
Ganesa atau Ganapati hanya sedikit yang memuja Wisnu dan Siwa.
358
Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395).
Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395).
Salakanagara berubah menjadi kerajaan daerah.
Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Pada naskah wangsakerta, sebuah dokumen yang ditulis di cirebon bertahun tahun kemudian menunjukkan raja pertama Tarumanagara berkuasa sejak tahun 358 dan menerunkan raja raja sampai tahun 699. Jayasingawarman manjdi raja pertama Tarumanagara selama 24 tahun dari 358 – 382 M. selanjutnya penerus Kerajaan Tarumanagara antara lain :
- Darmayawarman 382 – 395 M
- Purnawarman 395 – 434 M
- Wisnuwarman 434 – 455 M
- Indrawarman 455 – 515 M
- Gandrawarman 515 – 535 M
- Suryawarman 535 – 561 M
- Kertawarman 561 – 628 M
- Sudawarman (adik Kertawarman) 628 – 639 M
- Dewamurti 639 – 640 M
- Nagajayawarman 640 – 666 M
- Linggawarman 666 – 669 M
363
Kerajaan Indraprasta yang terletak di Cirebon Girang atau Cirebon Selatan (Sekarang Kabupaten Cirebon) didirikan oleh Sang Maharesi Santanu, seorang maharesi dari daerah Sungai Gangga India
Kerajaan Indraprasta yang terletak di Cirebon Girang atau Cirebon Selatan (Sekarang Kabupaten Cirebon) didirikan oleh Sang Maharesi Santanu, seorang maharesi dari daerah Sungai Gangga India
Seperti halnya Sang Maharesi Jayasingwarman pendiri Tarumanagara, Sang Maharesi Santanu beserta para pengikutnya meninggalkan negeri asalnya untuk menyelamatkan diri dari kerajaan pasukan Samudra Gupta Maurya. Ia singgah di Srilanka dan Benggala, baru kemundian menuju Jawa Barat, yang pada waktu itu merupakan Salakanagara yang diperintah oleh Dewawarman VIII.Sang Maharesi Santanu masih mempunyai pertalian kekeluargaan dengan Sang Dewawarman VIII. Santanu membangun sebuah desa di tepi Kali Cirebon, yang diberinya nama Indraprahasta. Gunung Cereme, yang berdiri dekat daerahnya, diberinama Indrakila dan Kali Cirebon yang melewati daerahnya diberi nama Gang-ganadi.Kerajaan Indraprahasta kemudian berkembang menjadi kerajaan besar. Maharesi Santanu menjadi rajanya yang pertama (363 – 398 M) dengan gelar Praburesi Indraswara Sakala Kretabuwana.
397
Ibukota kerajan baru dibangun di daerah yg lebih dekat ke pantai oleh Maharaja Purnawarman (Raja Tarumanagara ketiga (395-434)). Ibukota kerajaan baru tersebut dinamai Sundapura — pertamakalinya nama “Sunda” digunakan.
Ibukota kerajan baru dibangun di daerah yg lebih dekat ke pantai oleh Maharaja Purnawarman (Raja Tarumanagara ketiga (395-434)). Ibukota kerajaan baru tersebut dinamai Sundapura — pertamakalinya nama “Sunda” digunakan.
398-399
Jayasatyanagara menjadi penerus Maharesi Santanu di Kerajaan Indraprasta. Jayasatyanagara menjadi raja kedua Indraprahasta (398 – 421 M). Dia adalah putra sulung dari permaisuri Indari.
Jayasatyanagara menjadi penerus Maharesi Santanu di Kerajaan Indraprasta. Jayasatyanagara menjadi raja kedua Indraprahasta (398 – 421 M). Dia adalah putra sulung dari permaisuri Indari.
Pada
tahun 399 M, Jayasatyanagara harus mengakui kekuasaan Sri Maharaja
Purnawarman dari Tarumanagara. Sejak itulah Indraprahasta menjadi
bawahan Tarumanagara.
417
Purnawarman memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Purnawarman memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
sekitar 425
Agama Budha sampai di Sumatra.
Agama Budha sampai di Sumatra.
Catatan di Indonesia pada masa ini masih kurang, tapi kita tahu bahwa kebudayaan yang kompleks sudah terbentuk. Kerajaan-kerajaan di Sumatra dan Jawa ditunjukkan pada catatan-catatan dari Cina, karena para duta dikirim ke sana. Para pedagang Arab dan Persia juga mengetahui tentang darah tersebut, dan bahkan Romawi dan Yunani memiliki laporan dari jarak daerah yg sangat jauh.Catatan dari Indonesia sangat sedikit, karena penulisan dilakukan pada daun palem dan bahan bahan lainnya yang tidak dapat bertahan lama. Banyak pengetahuan kita berdasarkan pada Bangunan atau Prasasti Batu. Pada saat kita mulai mendapatkan sejarah Sumatra dan Jawa secara jelas, telah ada bangunan-bangunan besar terbuat dari batu, perabotan-perabotan yang bagus, musik dan tarian tradisional sebanyakyang kita ketahui sekarang.
sekitar 500
Awal kerajaan Srivijaya di dekat Palembang
Awal kerajaan Srivijaya di dekat Palembang
526
Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara.
Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara.
sekitar 600
Kerajaan Melayu berkembang di sekitar (yang kita sebut sekarang) Jambi, di Sumatra.
Kerajaan Melayu berkembang di sekitar (yang kita sebut sekarang) Jambi, di Sumatra.
Catatan Cina dari masa ini menunukkan kerajaan-kerajaan di Jambi dan Palembang di sumatra, dan tiga kerajaan di Jawa. Kerajaan sebelah barat berhubungan dengan Prasasti Taruma Negara, Kerajaan di bagian tengah disebut “Kalinga”, dan kerajaan sebelah timur dengan ibukota mungkin didekat Surabaya atau Malang.
612
Cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh.
Cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh.
Kata Galuh diartikan secara tradisional oleh orang Jawa Barat, galeuh atau
inti. Dari pengertian tersebut, timbul pergeseran kata inti menjadi
hati, sebagai inti dari manusia. Dalam pengertian lain, kata galeuh disejajarkan dengan kata galih, kata yang halus daribeuli(beli). Wajar jika dalam perkembangan selanjutnya, timbul dua sebutan Galuh Pakuan dengan Galih Pakuan.
Van Der Meulen mengemukakan tentang adanya tiga kerajaan Galuh, antara lain sebagai berikut :
1. Galuh Purba (Galuh Lama) yang berpusat di daerah Ciamis (Jawa Barat)
2. Galuh Utara (Galuh Baru = Galuh Lor = Galuh Luar) yang berpusat di daerah Dieng
3. Galuh yang berpusat di Denuh (Tasikmalaya)
1. Galuh Purba (Galuh Lama) yang berpusat di daerah Ciamis (Jawa Barat)
2. Galuh Utara (Galuh Baru = Galuh Lor = Galuh Luar) yang berpusat di daerah Dieng
3. Galuh yang berpusat di Denuh (Tasikmalaya)
Kendan Cakal Bakal Galuh
Ndeh
nihan carita parahiyangan. Sang Resiguru mangyuga Rajaputra
miseuweukeun Sang Kandiawan lawan Sang Kandiawati, sida sapilanceukan.
Ngangaranan maneh Rahiyangta Dewaraja. Basa lamku ngarajaresi
ngangaranan maneh Rahiyangta ni Medang Jati. Inya Sang Layuwatang. Nya
nu nyieun Sanghiyang Watang Ageung.
Terjemahannya :
” Ya inilah kisah para leluhur. Sang Resiguru beranak Rajaputra. Rajaputra beranak Sang Kandiawan dan Sangkandiawati, sepasang kakak-beradik. Sang Kandiawan menamakan dirinya Rahiyangta Dewaraja. Waktu ia menjadi rajaresi menamakan dirinya Rahiyangta di Medang Jati, yaitu Sang Layuwatang. Dialah yang membangun balairung besar”. (Danasasmita, 1983)
” Ya inilah kisah para leluhur. Sang Resiguru beranak Rajaputra. Rajaputra beranak Sang Kandiawan dan Sangkandiawati, sepasang kakak-beradik. Sang Kandiawan menamakan dirinya Rahiyangta Dewaraja. Waktu ia menjadi rajaresi menamakan dirinya Rahiyangta di Medang Jati, yaitu Sang Layuwatang. Dialah yang membangun balairung besar”. (Danasasmita, 1983)
Ternyata tokoh Resiguru dalam carita parahiyangan itu
adalah menantu Sri Maharaja Suryawarman, penguasa Tarumanagara VII (515
– 535 M). Kisah Sang Rajaresiguru Manikmaya, Raja Kendan, memperoleh
keturunan beberapa putera dan puteri. Salah seorang diantaranya bernama Rajaputra Suraliman.
Dalam usia 20 tahun, Sang Suraliman tampak ketampanannya dan sudah mahir ilmu perang (yuddhenipuna. Oleh karena itu ia diangkat menjadi Senapati dan kemudian menjadi panglima bala tentara (baladhika ning wadyabalad Tarumanagara, oleh kakeknya.
Setelah
Sang Rajaresiguru Kendan wafat, Sang Baladhika Suraliman, dirajakan di
Kendan sebagai penguasa baru. penobatan Rajaputra Suraliman berlangsung
pada tanggal 12 bagia genap bulan Asuji tahun 490 saka ( 5 Oktober 568
M). Sang Suraliman selalu unggul dalam perang.
Dalam perkawinan dengan puteri Bakulapura (Kutai) keturunan keluarga Kundungga yang bernama Dewi Mutyasari, Sang Suraliman mempunyai seorang putera dan seorang puteri. Yang sulung bernama Sang Kandiawan. disebut juga Sang Rajaresi Dewaraja atau Sang Layuwatang. Dan sang adik bernama Sang Kandiawati.
Sang
Suraliman menjadi Raja Kendan selama 29 tahun (568 – 597 M). Sang
Suraliman digantikan oleh puteranya, Sang Kandiawan. Ketika ayahnya
(Sang Suraliman) menjadi penguasa Kendan, Sang Kandiawan telah menjadi
raja daerah di Medang Jati atau Medang Gana. Karena itu ia digelari Rahiyangta ri Medang Jati.
Setelah
Sang Kandiawan menjadi penguasa Kendan menggatikan ayahnya, ia
berkedudukan di Medang Jati, tidak di Kendan. Sang Kandiawan menjadi
Raja Kendan selama 15 tahun (567 – 612 M). Sang Kandiawan mengundurkan
diri dari tahta kerajaan, lalu menjadi petapa di Layung watang daerah Kuningan. Sebagai pengganti dirinya, ia menunjuk putera bungsu yaitu Sang Wretikandayun yang waktu itu sudah menjadi Rajaresi di Menir.
Seperti dalam cerita pantun Lutung Kasarung, tahta kerajaan oleh Prabu Tapa diwariskan kepada puterinya yang bungsu Purbasari. Dasar pertimbangannya,Purbalarang sebagai puteri sulung lebih terpikat oleh urusan duniawi.
Sang
Wretikandayun dinobatkan menjadi penguasa baru menggantikan ayahnya
pada tahun 534 saka atau 612 M. Ketika naik tahta, Sang Wretikandayun
berusia 21 tahun. Ketika dinobatkan ia tidak berkedudukan di Kendan
ataupun Medang Jati. Untuk pemerintahannya, Sang Wretikandayun
mendirikan ibu kota baru yang diberi namaGaluh (Permata).
Galuh berada di lahan yang diapit oleh Sungai Cimuntur dan Citanduy. Lokasi bekas Galuh sekarang dikenal sebagai Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
669
Sang Maharaja Linggawarman, Raja Tarumanagara ke duabelas wafat. Beliau digantikan oleh menantunya, Sang Tarusbawa, dengan gelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sunda Sembawa.
Sang Maharaja Linggawarman, Raja Tarumanagara ke duabelas wafat. Beliau digantikan oleh menantunya, Sang Tarusbawa, dengan gelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sunda Sembawa.
Penobatan dilangsungkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 M).
Ketika
Tarumanagara diperintah oleh mertuanya, pamor kerajaanya sudah
sedemikian merosot. Sang Tarusbawa berupaya mengembalikan kejayaan
Tarumanagara seperti ketika pemerintahan di pegang oleh Purnawarman (395
– 434 M). Sang Tarusbawa lahir dan dibesarkan di Sundapura (Kota Sunda)
bekas ibukota Tarumanagara.
Tindakan
pertama, Sang Tarusbawa merubah nama Tarumanagara menjadi Kerajaan
Sunda, mengambil nama kota kelahirannya yang waktu itu berfungsi dari
sebutanSundapura menjadi Sunda Sembawa (Tanah kabuyutan).
Tindakannya tersebut, dimanfaatkan oleh Sang Wretikandayun untuk memerdekakan Kerajaan Galuh dari kekuasaan Kerajaan Sunda
sekitar 670
- Seorang pengembara Cina mengunjungi Palembang, Ibukota Srivijaya.
- Candi Hindu dibangun di dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah.
- Sekitar masa ini, Kerajaan Sunda pertama bangkit setelah berakhirnya kerajaan Tarumanegara.
686
Srivijaya mengambil alih kerajaan Melayu di Jambi, dan mengirim pasukan ekspedisi melawan kerajaan di Jawa.
Srivijaya mengambil alih kerajaan Melayu di Jambi, dan mengirim pasukan ekspedisi melawan kerajaan di Jawa.
Batu
bertulis tertanggal 683 dan 686 dari sumatra selatan dan Bangka
menggambarkan kegiatan militer Srivijaya melawan Melayu dan Jawa.
Batu-tersebut adalah tulisan-tulisan Malayo-Polynesia tertua yang
diketahui.
sekitar 700
- Kerajaan Suwawa berkembang di Sulawesi Utara
- Srivijaya telah menaklukkan Kedah, di semenanjung Malaya.
sekitar 732
Sanjaya mendirikan wangsa Sanjaya di Jawa Tengah.
Sanjaya mendirikan wangsa Sanjaya di Jawa Tengah.
sekitar 770
- Raja Sailendra, Vishnu (atau Dharmatunga) mulai membangunn Borobudur.
- Awal kegiatan pembangunan di Prambanan.
782
Raja Sailendra, Vishnu dilanjutkan oleh Indra (atau Sangramadhanamjaya)
Raja Sailendra, Vishnu dilanjutkan oleh Indra (atau Sangramadhanamjaya)
sekitar 790
Kerajaan Sailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (sekarang Kamboja); menguasai Chenla selama sekitar 12 tahun.
Kerajaan Sailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (sekarang Kamboja); menguasai Chenla selama sekitar 12 tahun.
sekitar 812
Raja Sailendra, Indra dilanjutkan oleh Samaratungga.
Raja Sailendra, Indra dilanjutkan oleh Samaratungga.
sekitar 825
Borobudur selesai dibangun, diabawah kekuasaan Samarunga.
Borobudur selesai dibangun, diabawah kekuasaan Samarunga.
sekitar 835
Samaratungga meninggal. Putranya Balaputra direbut tahtanya oleh mertua saudarinya, Patapan dari wangsa Sanjaya, yang menggantikan agama Budha di Jawa dengan Hindu.
Samaratungga meninggal. Putranya Balaputra direbut tahtanya oleh mertua saudarinya, Patapan dari wangsa Sanjaya, yang menggantikan agama Budha di Jawa dengan Hindu.
sekitar 838
Patapan dilanjutkan oleh putranya Pikatan (atau Jatiningrat).
Patapan dilanjutkan oleh putranya Pikatan (atau Jatiningrat).
846
Kerajaan Tidore dikunjungi oleh utusan Khalifah Al-Mutawakkil dari Baghdad.
Kerajaan Tidore dikunjungi oleh utusan Khalifah Al-Mutawakkil dari Baghdad.
sekitar 850
- Pikatan mengalahkan pasukan Balaputra, kemudian mengundurkan diri dari tahta untuk menjadi petapa. Dia dilanjutkan oleh Kayuwani.
- Balaputra, yang berhak atas tahta Sailendra, melarikan diri ke Sumatra dan mengambil kekuasaan di Srivijaya.
- Raja Warmadewa menguasai Bali.
- Pada sekitar masa ini kita memiliki versi Ramayana dalam bahasa Jawa Kuno. Pengerjaannya cukup rumit, dan mungkin ada pengerjaan semacam ini sebelumnya yang tidak berhasil.
898
Raja Sanjaya, Balitung mengambil kekuasaan di Jawa Tengah.
Raja Sanjaya, Balitung mengambil kekuasaan di Jawa Tengah.
Batu bertuliskan tentang Raja Balitung merupakan yang pertama menbutkan “Mataram” di Jawa Tengah.
910
Raja Sanjaya, Daksa meneruskan Balitung di Mataram. Dia mulai membangun candi Hindu yang besar, di Prambanan.
Raja Sanjaya, Daksa meneruskan Balitung di Mataram. Dia mulai membangun candi Hindu yang besar, di Prambanan.
919
Raja Sanjaya, Tulodong meneruskan Daksa, berkuasa sampai 921
Raja Sanjaya, Tulodong meneruskan Daksa, berkuasa sampai 921
924
Raja Sanjaya, Wawa mengambil tahta Mataram. berkuasa sampai 928.
Raja Sanjaya, Wawa mengambil tahta Mataram. berkuasa sampai 928.
929
- Raja Sanjaya, Mpu Sindok mengambil kuasa. Dia memindahkan pemerntahan dari Mataram ke Jawa Timur (dekat Jombang).
- Letusan besar Gunung Merapi pada tahun 928 atau 929 menjadi alasan Raja Mataram pindah ke Timur.
947
- Sri Isana Tunggawijaya, putri Mpu Sindok, meneruskan Mpu Sindok sebagai penguasa di Jawa Timur.
- Raja Udayana dari Bali, ayah Airlangga, lahir.
985
Dharmavamsa menjadi raja Mataram. Dia menaklukkan Bali dan menemukan tempat tinggal di Kalimantan Barat.
Dharmavamsa menjadi raja Mataram. Dia menaklukkan Bali dan menemukan tempat tinggal di Kalimantan Barat.
Dharmavamsa juga dikenang karena memerintahkan penerjemahan Mahabarata kedalam bahasa Jawa.
992
Raja Chulamanivarmadeva dari Srivijaya mengirimkan duta besar ke Cina untuk meminta perlindungan terhadap pasukan Dharmavamsa dari Jawa.
Raja Chulamanivarmadeva dari Srivijaya mengirimkan duta besar ke Cina untuk meminta perlindungan terhadap pasukan Dharmavamsa dari Jawa.
1006
Srivijaya menyerang dan menghancurkan ibukota Mataram. Istananya dibakar, dan Dharmavamsa terbunuh. Airlangga (15 tahun) melarikan diri. Beberapa tahun kekacauan terjadi di Jawa Timur setelahnya.
https://serbasejarah.wordpress.com/garis-waktu-sejarah-nusantara/Srivijaya menyerang dan menghancurkan ibukota Mataram. Istananya dibakar, dan Dharmavamsa terbunuh. Airlangga (15 tahun) melarikan diri. Beberapa tahun kekacauan terjadi di Jawa Timur setelahnya.
0 komentar:
Posting Komentar